September 2018, Tingkat Deflasi Sebesar 0,18 Persen


Pada September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2018 sebesar 1,94 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 2,88 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,62 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,21 persen; kelompok sandang sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,54 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2018, antara lain: daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, tomat sayur, cabai merah, cabai rawit, tarif angkutan udara, jengkol, kacang panjang, ketimun, tomat buah, dan bawang putih. Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain: uang kuliah akademi/PT, beras, kentang, mie, rokok kretek, rokok kretek filter, upah tukang bukan mandor, upah pembantu RT, dan emas perhiasan.

Sumber: BPS diolah


Sumber Data :
-
Share on Social Media :


Data Statistik Lainnya


Rupiah Tembus Rp 15.000

Nilai tukar rupiah ditutup pada Rp 15.042,50 per dolar AS


Ini Alasan Presiden Jokowi Harus Menaikkan Harga BBM

Neraca perdagangan Indonesia selama delapan bulan pertama 2018 defisit sebesar US$4,09 miliar.


Tunggakan PT Asuransi Jiwasraya Membengkak

Kinerja keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kian amblas


Sepanjang Tahun 2018 Indeks Bursa Efek Indonesia Turun 6,47 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2018 (Januari-September) turun 411,05 poin (6,47 persen).


September 2018, Tingkat Deflasi Sebesar 0,18 Persen

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran


Subsidi Habis, Jatah Masih Kurang

Subsidi rumah masyarakat berpenghasilan rendah terus naik


Gula Nasional : Produksi Turun, Impor Melambung

Untuk memenuhi kebutuhan, pemerintah kembali mengimpor gula mentah